Bangunan Pelindung Pantai: Jenis dan Fungsinya

Bangunan Pelindung Pantai Jenis dan Fungsinya

Bagikan Artikel Ini:

Bangunan pelindung pantai terdiri dari berbagai jenis berdasarkan bentuk dan fungsinya yang digunakan untuk melindungi pesisir dari abrasi dan kerusakan yang disebabkan oleh gelombang laut.

Dikutip Simantu Kementerian PUPR dan dari Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010 tentang Pemberlakukan Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Pengaman Pantai, berikut jenis bangunan pelindung pantai.

1. Tanggul laut (Sea Dike)

Tanggul laut atau sebutan lainnya levee atau sea dike, embankment, yaitu semacam tembok miring baik buatan maupun alami, dipergunakan untuk mengatur muka air.

bangunan sea dike
bangunan sea dike

Sei Dike atau Tanggul Laut adalah struktur pengaman pantai yang dibangun sejajar pantai dengan tujuan untuk melindungi dataran pantai rendah dari genangan yang disebabkan oleh air pasang, gelombang dan badai.

Fungsi Tanggul Laut

Tujuan dari pembagunan tanggul laut antara lain untuk melindungi daratan pantai rendah terhadap genangan air pasang, gelombang dan badai.

  • Penahan air laut saat gelombang air pasang / air rob
  • Pengendalian penurunan muka tanah
  • Meminimalisir kerugian ekonomi akibat banjir
  • Pembatasan dikawasan pesisir

2. Tembok laut (Sea Wall)

Sea Wall adalah struktur pengaman pantai yang dibangun dalam arah sejajar pantai dengan tujuan untuk melindungi pantai terhadap hempasan gelombang dan mengurangi limpasan genangan areal pantai yang berada di belakangnya.

Bangunan Pelindung Sea Wall
Bangunan Pelindung Sea Wall

Fungsi Tembok Laut

Tujuan tembok laut adalah guna mencegah/mengurangi limpasan dan genangan areal pantai yang berada di belakangnya. Sedangkan fungsi dari tembok laut adalah sebagai perkuatan pada bagian profil pantai.

3. Perkuatan lereng (Revetment Pantai)

Perkuatan lereng (revetments) adalah bangunan yang ditempatkan pada permukaan suatu lereng guna melindungi suatu tebing aIur sungai (umumnya muara sungai) atau permukaan lereng tanggul dan secara keseluruhan berperan meningkatkan stabilitas alur sungai atau tubuh tanggul yang dilindunginya.

Revetment Pantai
Revetment Pantai

Fungsi Revetment Pantai

Perkuatan lereng merupakan bangunan yang ditempatkan pada suatu lereng yang berfungsi melindungi suatu tebing alur pantai atau permukaan lereng, yang secara keseluruhan memiliki peran guna meningkatkan stabilitas alur pantai atau bahu tanggul yang dilindungi.

4. Pemecah gelombang (Breakwater)

Breakwater atau pemecah gelombang lepas pantai adalah bangunan yang dibuat sejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai. Pembangunan Breakwater bisa menggunakan Geobag untuk pembuatan PEGAR atau Pemecah Gelombang Ambang Rendah.

PEGAR yang berfungsi untuk konstruksi pengaman pantai yang posisinya sejajar atau kira-kira sejajar garis pantai dengan tujuan untuk meredam gelombang datang.

Material yang digunakan untuk pembuatan Geobag untuk PEGAR yaitu karung yang terbuat dari bahan Geotextile Woven atau Non Woven.

Pemecah Gelombang Ambang Rendah (PEGAR)
Pemecah Gelombang Ambang Rendah (PEGAR)

Konstruksi PEGAR memerlukan beberapa material seperti bambu yang digunakan untuk rangka pada penyusunan Geobag. Untuk informasi terkait dengan pembuatan PEGAR simak selengkapnya di halaman pemecah gelombang ambang rendah menggunakan Geobag.

Fungsi Break Water

Tujuan dari bangunan pemecah gelombang adalah untk mengurangi energi (gaya-gaya) gelombang di belakang struktur, disamping untuk melindungi kolom pelabuhan terhadap gangguan gelombang. Disisi lain juga dapat bertujuan untuk mencegah erosi pantai.

  • Berfungsi sebagai pelindungi kolam perairan pelabuhan yang terletak dibelakangnya dari serangan gelombang.
  • Gelombang yang menjalar mengenai suatu bangunan peredam gelombang sebagian energinya
    akan dipantulkan (Refleksi).
  • Pembagian besarnya energi gelombang yang dipantulkan, dihancurkan dan diteruskan tergantung
    karakteristik gelombang datang (periode, tinggi, kedalaman air).
  • Berkurangnya energi gelombang di daerah terlindung akan mengurangi pengiriman sedimen di
    daerah tersebut.

5. Krib (Groin)

Krib atau Groin adalah struktur pengaman pantai yang dibangun menjorok relatif tegak lurus terhadap
arah pantai. Groin dibuat tegak lurus atau kira-kira tegak lurus pantai, berfungsi mengendalikan erosi yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan angkutan pasir sejajar pantai (longshore sand drift).

Pelindung Pantai Krib (Groin)
Pelindung Pantai Krib (Groin)

Fungsi Groin

  • Mengatur aliran laut sedemikian rupa sehingga pada waktu banjir air dapat mengalir dengan cepat dan aman.
  • Mengatur kecepatan aliran laut yang memungkinkan adanya pengendapan dan pengangkutan sedimen dengan baik.
  • Mengarahkan aliran ke tengah alur laut agar tebing laut tidak terkikis.
  • Mengarahkan aliran laut sehingga dapat dipergunakan untuk pelayaran.

6. Jeti (Jetty)

Jeti adalah bangunan tegak lurus pantai yang diletakan di kedua sisi muara sungai yang berfungsi untuk
mengurangi pendangkalan alur oleh sedimen pantai. Bentuk bangunan jeti yaitu menjorok ke laut yang berfungsi sebagai pengendalian penutupan muara sungai atau saluran oleh sedimen.

Bangunan Jeti (Jetty) untuk Pelindung Pantai
Bangunan Jeti (Jetty) untuk Pelindung Pantai

Fungsi Jeti

  • Sebagai sandaran/pelabuhan kapal tongkang dan kapal kapal kecil lain nya yang akan melakukan
    transaksi naik atau turun barang baik melakukan expor dan impor.
  • Untuk mengurangi pendangkalan alur oleh sedimen pantai;Untuk melindingi alur pelayaran.
  • Untuk mencegah pendangkalan dimuara dalam kaitannya dengan pengendalian banjir.

Demikian informasi yang kami rangkum terkait beragam jenis bangunan pelindung pantai yang menjadi solusi pengaman daerah pesisir (pengendalian abrasi).

Artikel Terkait

Hubungi kami
Halo saya Dhany,
Ada yang bisa kami bantu?