Metode Pelaksanaan Pemasangan Geotextile

Metode Pelaksanaan Pemasangan Geotextile

Bagikan Artikel Ini:

Metode pelaksanaan pekerjaan cara pemasangan Geotextile atau Geotekstil untuk separator, filtrasi dan stabilisasi tanah.  Seperti apa prosedur pemasangan Geotextile untuk stabilisasi dan perkuatan tanah tersebut, berikut tahapan-tahapan pelaksanaannya.

Prosedur Pemasangan Geotextile

Prosedur pelaksanaan pemasangan geotextile melalui berbagai tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Mengacu pada pedoman perencanaan dan pelaksanaan perkuatan tanah dengan geotextile yang dikutip dari halaman Binamarga Kementerian PUPR, berikut prosedur dan tahapannya.

1. Penyiapan Tanah Dasar

  • Tebang seluruh pohon dan tunggul pohon sampai rata dengan permukaan tanah.
  • Jangan memindahkan atau mencabut akar maupun hamparan rumput.
  • Sisakan beberapa vegetasi penutup seperti rumput dan alang-alang.
  • Untuk kondisi tanah yang bergelombang akibat banyaknya gundukan dan sisa penebangan pohon, pertimbangkan pembuatan lantai kerja sebagai dasar penempatan perkuatan.

2. Prosedur Penempatan Geotextile

  • Tempatkan geotextile dengan arah panjang gulungan (arah mesin) tegak lurus terhadap arah memanjang timbunan. Arah sambungan tidak boleh sejajar dengan arah memanjang timbunan, sehingga:
  • Buka gulungan geotextile secara hati-hati dengan posisi melintang terhadap arah memanjang timbunan. Usahakan jangan menyeret gulungan geotextile.
  • Penyambungan geotextile dilakukan sesuai kebutuhan dan setiap jahitan harus diperiksa. Penyambungan geogrid dilakukan dengan menggunakan jepit, kabel, pipa, dan lainnya.
  • Geotextile harus direntangkan secara manual untuk menghindari terjadinya kerutan atau lipatan. Untuk mencegah terangkatnya geotextile oleh angin dapat digunakan pemberat seperti dari kantung pasir, ban bekas atau bahan lainnya.
  • Sebelum dilakukan penghamparan timbunan, periksa dan perbaiki geotextile bila terdapat lubang atau sobakan. Dan kemudian lubang atau sobekan diperbaiki dengan cara ditambal.

3. Prosedur Penimbunan, Penghamparan dan Pemadatan

  • Tumpahkan material di ujung-ujung geotextile untuk membentuk kaki timbunan atau jalan akses.
  • Setelah pembuatan kaki timbunan, maka hamparkan material timbunan di antara kaki bermtimbunan. Penghamparan ini harus sejajar dan simetris terhadap alinyemen memanjang timbunan. Penghamparan dimulai dari tepi kaki timbunan hingga masuk ke bagian tengah agar membentuk bentuk huruf U (membentuk lengkung ke arah luar). Hal ini dimaksudkan untuk mengurung lapisan lumpur yang ada di lokasi penimbunan.
  • Untuk penimbunan lapis pertama, posisi alat konstruksi harus sejajar dengan alinyemen memanjang timbunan. Alat tidak diperbolehkan untuk berbelok atau memutar arah. Alat berat harus dibatasi ukuran dan beratnya untuk membatasi alur roda dari penghamparan pertama sebesar 75 mm. Jika terbentuk alur lebih dari 75 mm, kurangi ukuran/berat dari alat berat.
  • Lapis pertama hanya boleh dipadatkan dengan menekannya (tracking in place) menggunakan buldoser, loader atau alat lainnya.
  • Setelah tinggi timbunan mencapai sekurang-kurangnya 0,6 m di atas tanah asli, lapisan-lapisan berikutnya dapat dipadatkan dengan pemadat roda besi bergetar atau alat pemadat lain yang sesuai. Apabila terjadi pelunakan lokal akibat getaran maka matikan alat getarnya dan gunakan berat sendiri alat sebagai media pemadatan. Untuk timbunan tak berbutir dapat digunakan jenis alat pemadatan
    yang lain.

Untuk informasi selengkapnya bagaimana metode pelaksanaan pemasangan geotextile diatas, silahkan kunjungi juga halaman Perencanaan dan Pelaksanaan perkuatan tanah dengan Geosintetik di Kementerian PUPR.

Sebagai informasi, kami CV. Mutu Utama Geoteknik merupakan supplier produk Geosintetik terlengkap yang menjual Geotextile, Geomembrane dan lain-lain. Kami melayani penjualan, jasa pengiriman dan jasa pemasangan yang menjangkau seluruh Indonesia.

Artikel Terkait

Hubungi kami
Halo saya Dhany,
Ada yang bisa kami bantu?