Proyek Sanitary Landfill TPA Piyungan, Progres Instalasi Geomembrane

Proyek Sanitary Landfill TPA Piyungan, Progres Instalasi Geomembrane

Bagikan Artikel Ini:

Proyek Sanitary Landfill TPA Piyungan, progres instalasi Geomembrane yang diaplikasikan untuk lapisan kedap air dan gas atau Geosynthetic Clay Liner (GCL).

Sebagai informasi, kami CV. Mutu Utama Geoteknik adalah perusahaan yang dipercaya untuk supplai material Geosynthetic Clay Liner yang terdiri dari Geomembrane, Geotextile dan Geopipe pada proyek pembangunan Sanitary Landfill TPA Piyungan Yogyakarta.

Sanitary Landfill adalah bangunan tempat penampungan sampah akhir yang dilapisi dengan material Geomembrane dan material Geosynthetic Clay Liner lainnya.

Dikutip dari halaman Geosynthetic Clay Liner (GCL) adalah solusi pelapisan dasar, dinding dan penutup menggunakan produk geosintetik antara lain geomembrane, geotextile, geopipe atau geokomposit yaitu kombinasi beberapa lapisan material geosintetik. Tujuan pelapisan ini untuk mencegah pencemaran lingkungan terhadap air tanah disekitarnya.

Dokumentasi Pemasangan Geomembrane di TPA Piyungan

Berikut dokumentasi progres pekerjaan pemasangan Geomembrane yang dikerjakan oleh CV. Mutu Utama Geoteknik pada tampungan sampah akhir di TPA Piyungan Jogja.

Dokumentasi diatas merupakan progres pemasangan Geomembrane pada Sanitary Landfill yang baru di TPST Piyungan di Yogyakarta.

Adapun fungsi dari material Geomembrane yaitu untuk material pelapis kedap air dan gas untuk mencegah pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah dan air lindi.

Keuntungan Pemasangan Geomembrane pada TPA

Apa saja sih keuntungan pemasangan Geomembrane pada lokasi TPA? Berikut penjelasan selengkapnya terkait keuntungan dan keunggulan tersebut.

1. Ramah Lingkungan

Dengan tanah lempung sebagai pelapis, air sampah atau air lindi tidak akan terserap langsung ke tanah sehingga akan mengurangi terjadinya pencemaran tanah yang dapat membahayakan lingkungan sekitar.

2. Minim Resiko dari Gas Metana

Metode pengelolaan sanitary landfill dapat membantu mengurangi bahaya gas metana yang dihasilkan oleh sampah organik dan anorganik. Karena tumpukan sampah organik yang terbungkus dan terkubur dapat menimbulkan gas metana.

Gas metana dalam tumpukan sampah tersebut sangat berbahaya dapat menimbulkan ledakan, seperti pada kejadian di TPA Leuwigajah pada 2005 silam yang menewaskan setidaknya lebih dari 100 orang, dikutip dari laman Pemkot Cimahi, Jawa Barat.

Dalam peristiwa di TPA Leuwigajah pada tahun 2005, akhirnya dikenal sebagai hari peduli sampah nasional. Selain mengenang peristiwa tersebut, juga sebagai motifasi bagi siapa saja untuk bijak dalam pengelolaan sampah.

Metode landfill, dalam pengelolaan sampah selain mengurangi pencemaran lingkungan, ternyata dapat menghasilkan gas metana yang bisa dimanfaatkan. Namun, dalam pengelolaannya metode landfill harus menggunakan sistem yang baik guna mendukung pemanfaatan gas metana sebagai energi alternatif.

Demikian informasi yang kami sampaikan terkait dengan progres proyek instalasi material Geosynthetic Clay Liner. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang proyek dan permintaan penawaran harga untuk proyek sejenis, silahkan hubungi tim Marketing Engineer CV. Mutu Utama Geoteknik melalui halaman kontak kami. Terima kasih.

Artikel Terkait

Hubungi kami
Halo saya Dhany,
Ada yang bisa kami bantu?