Logo CV Mutu Utama Geoteknik ver 1
Tingkatkan Produksi Tambak Garam Dengan Alas Geomembrane

Tingkatkan Produksi Tambak Garam dengan Geomembrane

Sebelum membahas lebih detail tentang penggunaan geomembrane untuk pembuatan tambak garam (meja kristalisasi garam), sebaiknya kita cari tahu dulu daerah mana saja yang merupakan produsen garam terbesara di Indonesia, berikut rangkumannya.

10 Daerah Penghasil Garam Terbesar di Indonesia

Menurut data yang kami kutip dari indonesiabaik, tercatat ada 10 daerah di Indonesia sebagai produsen garam terbesar, berikut datanya:

10 Daerah Penghasil Garam Terbesar di Indonesia
10 Daerah Penghasil Garam Terbesar di Indonesia

1. Cirebon

Luas Lahan 3.858 ha
Produksi garam 435,4 ribu ton

2. Sampang

Luas Lahan 3.064 ha
Produksi garam 399 ribu ton

3. Pati

Luas Lahan 2.838 ha
Produksi garam 381 ribu ton

4. Indramayu

Luas Lahan 2.714 ha
Produksi garam 317,1 ribu ton

5. Sumenep

Luas Lahan 2.068 ha
Produksi garam 236,1 ribu ton

6. Rembang

Luas Lahan 1.568 ha
Produksi garam 218,5 ribu ton

7. Bima

Luas Lahan 1.743 ha
Produksi garam 152,4 ribu ton

8. Demak

Luas Lahan 1.271 ha
Produksi garam 130,1 ribu ton

9. Pamekasan

Luas Lahan 929 ha
Produksi garam 123,5 ribu ton

10. Surabaya

Luas Lahan 894 ha
Produksi garam 86,2 ribu ton

Jika dilihat dari data diatas, penghasil garam terbesar yaitu Cirebon dan diperingkat 10 adalah Surabaya. Agar tetap menjadi daerah penghasil garam terbesar tentu hal tersebut perlu didorong dengan berbagai teknologi terbaru guna untuk meningkatkan produksinya, solusinya yaitu dengan pemanfaatan atau aplikasi geomembrane sebagai alas tambak atau kolam garam.

Penggunaan geomembrane sebagai alas tambak garam atau kolam penguapan garam banyak dinilai para petani garam mampu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas. Geomembrane sangat tahan terhadap terhadap suhu panas, air laut dan zat lainnya yang terkandung dalam air laut.

Mengenal Geomembrane untuk Alas Tambak Garam

Geomembrane atau terpal geomembrane adalah material sintetik yang terbuat dari bahan bahan High Density Polyetylene (HDPE) atau Low Density Polyethylene (LDPE). Geomembrane sangat baik digunakan untuk alas kolam garam sehingga air tidak akan meresap ke tanah, tahan terhadap radiasi ultraviolet dan memiliki fleksibelitas tinggi sebagai lapis kedap yang baik.

Untuk meningkatkan hasil produksi tambak garam diperlukan teknologi terbaru dalam proses penjemuran air laut yang diolah menjadi garam. Bagi Anda petani garam atau petani garam yang sebelumnya proses penjemuran air laut hanya menggunakan alas terpal atau plastik biasa. Kini ada solusi teknologi terbaru dalam proses pembuatan alas kolam garam menggunakan geomembrane.

Penggunaan aplikasi geomembran sebagai alas kolam penguapan garam dapat mencegah air garam meresap dan bercampur dengan tanah pada meja kristaisasi. Sehingga proses pengeringan air laut tersebut tidak berkurang sehingga produksi garam saat pemanenan akan lebih banyak. Selain itu alas geomembrane pada kolam penguapan garam akan meminimalisir kotoran yang berasal dari luar kolam. Karena penggunaan geomembrane ini sangat kedap.

Pemasangan Geomembrane Pada Kolam Penguapan Garam

Berikut beberapa dokumentasi pemasangan geomembrane di beberapa petani garam di Indonesia. Pemasangan geomembrane ini bertujuan untuk meningkatkan produksi garam.

Proses-Pemasangan-Geomembrane-untuk-Tambak-Garam
Proses Pemasangan Geomembrane untuk Tambak Garam
Proses Penggelaran Geomembrane untuk Kolam Kristalisasi Garam
Proses Penggelaran Geomembrane untuk Kolam Kristalisasi Garam
Penyambungan Geomembrane Pada Kolam Penguapan Garam
Penyambungan Geomembrane Pada Kolam Penguapan Garam

Keuntungan Penggunaan Geomembrane untuk Tambak Garam

Pemanfaatan aplikasi geomembrane sebagai alas kolam penguapan garam kini sudah menjadi solusi terbaru yang membantu petani garam semakin meningkat produksinya. Tak hanya meningkat dalam jumlah produksinya saja, melainkan juga peningkatan kualitas garam yang dihasilkan lebih baik. Apa saja kelebihan geomembrane dan keuntungannya berikut penjelasannya.

1. Mempercepat Proses Kristalisasi Garam

Dengan menggunakan geomembrane untuk alas tambak akan membantu mempercepat proses kristalilsasi garam atau evaporasi air laut. Karena warna hitam geomembrane sebagai alas tambak akan lebih banyak menyerap panas. Dari hasil pengamatan oleh beberapa petani garam, waktu evaporasi dengan kolam konvensional sekitar 25 hari, sedangkan dengan kolam geomembrane lebih cepat hanya 14 hari.

2. Meningkatkan Produksi Garam

Pemanfaatan geomembrane untuk pembuatan kolam penguapan garam mampu menghalang air laut pada proses kristalisasi garam menyatu dengan tanah tambak. Sehingga kristalisasi garam semakin banyak dan saat pemanenan akan mudah dilakukan.

3. Menjaga Kebersihan Garam

Menggunakan geomembrane sebagai alas kolam penguapan garam menjadi solusi terbaru untuk mencegah kotoran tercampur dengan garam pada saat kristalisasi garam. Tambak yang menggunakan alas geomembrane, garam tidak akan tercampur dengan kotoran sekitar yang umumnya berasal dari tanah dan cairan sekitar tambak.

Berdasarkan informasi penggunaan geomembrane sebagai kolam penguapan garam untuk tingkatkan produksi garam diatas, berlatar belakang dari studi kasus “Meningkatkan produktivitas garam melalui geomembran HDPE”.

Untuk Anda petani garam atau perusahaan garam yang ingin mengetahui lebih tentang pemanfaatan geomembrane sebagai meja kristalisasi garam. Hubungi kami CV. Mutu Utama Geoteknik untuk konsultasi lebih lanjut pemilihan produk Geomembrane dan jasa pemasangan geomembrane yang menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Untuk informasi lainnya tentang pemanfaatan geomembrane untuk meja kristalisasi garam ini, kamu bisa mengunjungi halaman berikut Tambak Garam Geomembrane.

konsultasi geomembrane untuk alas tambak garam

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi kami
Halo saya Dany,
Ada yang bisa kami bantu?