Aplikasi Geomembrane Pada Proyek Pembangunan Kolam Limbah Sawit untuk pelapis kedap air yang dipasang di seluruh permukaan dalam kolam.
Mengapa Geomembrane Perlu dipasang Pada Kolam Limbah Sawit?
Geomembrane sangat diperlukan sebagai pelapis kedap air pada kolam limbah kelapa sawit karena memiliki tingkat permeabilitas yang sangat rendah serta ketahanan kimiawi yang luar biasa tinggi. Air limbah sawit (POME) bersifat sangat asam, korosif, dan mengandung senyawa organik pekat yang dapat dengan mudah merusak lapisan tanah atau beton biasa.
Material geomembrane khususnya jenis High-Density Polyethylene (HDPE) mampu bertahan dari paparan bahan kimia ekstrem dan radiasi sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang, sehingga mencegah terjadinya kebocoran struktural pada kolam penampungan.
Dengan dipasangnya sistem pelapis ini, risiko rembesan limbah cair ke dalam tanah dapat ditekan hingga nol. Hal ini sangat krusial untuk melindungi kualitas air tanah dan ekosistem di sekitar area perkebunan dari pencemaran zat berbahaya yang dapat merusak lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat lokal.
Selain itu, penggunaan geomembrane juga membantu perusahaan memenuhi standar regulasi lingkungan yang ketat serta mencegah terjadinya erosi atau kelongsoran pada dinding tanggul kolam akibat kejenuhan air.
Bagian mana Saja Geomembrane dipasang Pada Kolam Limbah Sawit?
Pada proyek pembangunan kolam limbah kelapa sawit (biasanya disebut Pond IPAL / Instalasi Pengolahan Air Limbah), geomembrane dipasang sebagai lapisan kedap air (liner) di seluruh permukaan dalam kolam.
Secara spesifik, berikut adalah area dan detail pemasangannya:
1. Dasar Kolam (Bottom Layer)
Geomembrane dihamparkan di seluruh lantai dasar kolam yang sudah digali dan diratakan. Area ini merupakan zona utama yang menahan tekanan hidrostatis air limbah dalam volume besar. Pemasangan di dasar kolam berfungsi mutlak untuk mencegah rembesan limbah cair sawit (POME – Palm Oil Mill Effluent) ke dalam air tanah.
2. Dinding / Lereng Kolam (Slope)
Lapisan geomembrane diteruskan dari dasar kolam naik mengikuti kemiringan lereng atau dinding kolam hingga mencapai permukaan atas (tanggul). Pada area lereng ini, pemasangan harus dilakukan dengan hati-hati agar material tidak merosot, biasanya dibantu dengan metode pengelasan (welding) antar lembaran yang kuat.
3. Parit Angkur (Anchor Trench)
Di bagian paling atas tanggul kolam, geomembrane tidak dibiarkan begitu saja, melainkan ditanam di dalam parit angkur (anchor trench).
Parit ini digali di sekeliling bibir kolam dengan kedalaman dan lebar tertentu (biasanya sekitar 50 cm x 50 cm).
Ujung geomembrane dimasukkan ke dalam parit tersebut, kemudian diurug kembali dengan tanah dan dipadatkan.
Fungsinya yaitu untuk mengunci posisi geomembrane agar tidak bergeser, merosot, atau terangkat oleh angin dan aliran limbah.
Kami CV. Mutu Utama Geoteknik merupakan perusahaan supplier Geomembrane sekaligus juga melayani jasa pemasangan geomembrane dan geotextile untuk berbagai proyek pelapis kedap air dan gas di seluruh Indonesia.
Untuk kebutuhan pengadaan geomembrane, jasa pemasangan dan informasi lainnya silahkan hubungi Marketing Engineer kami melalui halaman kontak kami berikut.






