Curing Beton: Fungsi dan Metode Perawatan untuk Menjaga Kualitas Beton

Curing Beton Fungsi serta Metode untuk Perawatan dan Menjaga Kualitas Beton - CV Mutu Utama Geoteknik

Bagikan Artikel Ini:

Mengenal apa itu Curing Beton mulai dari fungsinya hingga metode dalam perawatan beton setelah pengecoran untuk menjaga kualitas beton.

Apa itu Curing Beton ?

Curing Beton adalah perawatan beton setelah pengecoroan untuk menjaga agar kadar air atau kelembapan dalam dan permukaan beton tidak cepat kering sehingga tingkat kekerasan dan mutu terbaik bisa didapatkan.
Perawatan beton, bertujuan untuk menjaga supaya beton tidak terlalu cepat kehilangan air, atau sebagai tindakan menjaga kelembaban dan suhu beton, segera setelah proses finishing beton selesai dan waktu total setting tercapai.

Proses curing beton dimulai setelah pengecoran selesai dan permukaan pada beton yang terbuka sudah terlihat mengeras. Untuk melakukan tahapan perawatan beton setelah pengecoran dibutuhkan peralatan, material dan metode yang digunakan untuk curing beton, simak selengkapnya dibawah ini.

Tujuan dan Fungsi Perawatan Beton

Dilansir dari Petunjuk Pelaksaan Konstruksi “Cipta Karya PU“, pemeliharaan atau perawatan beton dilakukan tentu memiliki tujuan agar beton tidak cepat kehilangan air dan fungsi curing beton untuk menjaga kelembaban dan suhu beton pada waktu total setting tercapai dengan kualitas dan mutu beton sesuai dengan standar yang diharapkan, berikut beberapa penjelasannya.

  1. Menjaga kelembaban pada permukaan dan bagian dalam cor.
  2. Menjaga kondisi suhu beton dengan suhu lingkungan disekitarnya.
  3. Mengurangi penguapan langsung jika cor beton dilakukan dibawah sinar matahari langsung.
  4. Menghindari keretakan pada beton, akibat kadar air terlalu cepat hilang.
  5. Untuk mendapatkan tingkat kekerasan beton saat kering.

Cara dan Metode Perawatan Beton

Metode perawatan beton dibutuhkan agar mendapatkan hasil yang baik pada tingkat kekerasan beton sesuai dengan standar, diperlukan beberapa metode perawatan beton yang tepat, apa saja jenis perawatan yang bisa kita lakukan diantaranya dijelaskan dibawah ini.

1. Geotextile untuk Curing Beton

Penggunaan material geotextile non woven untuk perawatan beton setelah pengecoran ini dipasang langsung diatas permukaan beton berfungsi sebagai membran atau penghalang penguapan air pada beton agar tidak langsung kering. Sehingga kualitas beton saat kering akan lebih bagus sesuai dengan tingkat kekerasan sesuai yang diharapkan.

Untuk kebutuhan produk material Geotextile khusus untuk curing beton, Anda bisa menghubungi kami CV. Mutu Utama Geoteknik adalah produsen supplier geotextile terlengkap dan terbaik. Kami melayani penjualan, pengiriman dan jasa pemasangan geotextile yang menjangkau seluruh Indonesia. Hubungi kami melalui halaman kontak kami.

2. Penyiraman Air pada Permukaan Beton

Proses penyiraman beton dengan air ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi penguapan air pada permukaan dan didalam beton. Metode ini, jika dilakukan pada proyek perkerasa jalan tidak disarankan, karena biasa semua permukaan jalan sudah tertutup cor yang basah, sehingga tidak ada akses lagi untuk penyemprotan sepanjang jalan yang dicor.

3. Proses Curing Beton dengan Penguapan

Selain dengan kedua metode diatas, terlahir yang bisa dilakukan yaitu dengan cara penguapan beton dengan tekanan rendan dan tekanan tinggi untuk menyamakan suhu lingkungan dengan suhu cor beton (menyesuaikan suhu antara cor dan lingkungan).

Cara seperti ini bagus dilakukan, namun harus dilakukan dengan peralatan khusus, tenaga ahli dan biaya yang pasti lebih mahal dari metode pertama dan kedua.
Dari informasi diatas mulai dari pengertian, tujuan, fungsi dan metode dalam perawatan beton setelah pengecoran mudah-mudahan bisa membantu Anda para kontraktor atau civil engineer Indonesia.

Artikel Terkait

Hubungi kami
Halo saya Dhany,
Ada yang bisa kami bantu?