Stabilisasi Tanah Secara Mekanis dengan Geotextile untuk memenuhi standar kekuatan dan daya dukung tanah sebagai lapis pondasi jalan.
Stabilisasi tanah secara mekanis menggunakan geotextile adalah metode rekayasa geoteknik yang menempatkan lapisan sintetis di antara tanah dasar (subgrade) dan lapis pondasi jalan (base course). Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya dukung tanah, terutama pada kondisi tanah lunak atau rapi (seperti tanah lempung atau gambut).
Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai fungsi, jenis, dan metode pelaksanaannya:
Fungsi Geotextile pada Jalan
Geotextile bekerja melalui empat mekanisme utama yang saling berkaitan untuk menciptakan struktur jalan yang stabil:
1. Separasi (Pemisahan)
Mencegah bercampurnya butiran halus tanah dasar dengan agregat lapis pondasi. Tanpa pemisahan, agregat akan “tenggelam” ke dalam tanah lunak, yang menyebabkan hilangnya ketebalan struktur jalan.
2. Filtrasi (Penyaringan)
Memungkinkan air mengalir melewati lapisan tanpa membawa partikel halus tanah. Ini menjaga sistem drainase tetap bersih dan mencegah terjadinya efek “pumping” (tanah naik ke permukaan akibat beban kendaraan).
3. Perkuatan (Reinforcement)
Geotextile memiliki kekuatan tarik (tensile strength) yang membantu mendistribusikan beban roda kendaraan ke area yang lebih luas, sehingga mengurangi tekanan pada tanah dasar.
4. Stabilisasi
Kombinasi dari ketiga fungsi di atas yang secara keseluruhan meningkatkan kakuatan sistem perkerasan dan mencegah penurunan setempat (differential settlement).
Jenis Geotextile yang Digunakan
Pemilihan jenis material sangat bergantung pada kondisi tanah dan beban lalu lintas, berikut jenis geotextile untuk material stabilisasi tanah pada jalan:
1. Geotextile Woven
Geotextile woven adalah material geosintetik berupa lembaran anyaman serat sintetis (polipropilen atau poliester) berkekuatan tarik tinggi yang berfungsi sebagai lapis perkuatan dan pemisah (separator) untuk mencegah bercampurnya agregat pondasi dengan tanah dasar lunak sekaligus mendistribusikan beban kendaraan secara merata.
2. Geotextile Non Woven
Geotextile Non Woven adalah kain sintetis tidak teranyam (seperti karpet) yang berfungsi sebagai lapis pemisah (separator) dan penyaring (filter) untuk mencegah bercampurnya agregat pondasi dengan tanah dasar sekaligus mengalirkan air tanpa membawa partikel halus, sehingga struktur jalan tetap stabil dan tidak cepat rusak.
Sebagai informasi juga, kami CV. Mutu Utama Geoteknik adalah supplier geotextile dan melayani jasa instalasi geotextile untuk berbagai proyek sejenis atau lainnya di seluruh Indonesia.
Hubungi kami, melalui kontak Marketing Engineer untuk permintaan penawaran harga geotextile terbaik untuk kebutuhan proyek pekerjaan Anda di seluruh Indonesia.








