Geosintetik untuk Rekayasa Jalan Raya, Jenis dan Aplikasinya

Geosintetik untuk Rekayasa Jalan Raya, Jenis dan Aplikasinya

Bagikan Artikel Ini:

Untuk mengenal apa itu Geosintetik, macam dan fungsinya untuk rekayasa jalan raya, simak penjelasan berikut.

Macam Macam Geosintetik dan Fungsinya

Geosintetik merupakan material sintetis yang diproduksi menjadi beragam jenis bentuk, ukuran dan fungsinya. Adapun penjelasan macam macam geosintetik yang meliputi fungsinya bisa kamu ketahui dibawah ini.

1. Geomembrane

Diaplikasikan untuk separasi dan perkuatan jalan, lereng dan bendungan

2. Geotextile Woven dan Non Woven

Kedua jenis geotextile ini digunakan untuk separasi dan perkuatan jalan, lereng dan bendungan

3. Geogrid

Berfungsi untuk meningkatkan kinerja sub grade & sub base pada perkerasan jalan

4. Geocell

Dimanfaatkan untuk perkuatan lereng dan jalan tanah, aspal, beton

5. Geobag

Digunakan untuk perkuatan lereng, tanggul, kanal dan penahan ombak

6. Geonet

Geonet Drainage Composite Biplanar dan Triplanar untuk lapisan drainase pada dibawah timbunan

7. Geopipe

Corrugated Perforated Pipe diaplikasikan untuk drainase dibawah tanah

8. Geomat

Penggunaan geomat untuk proteksi erosi, perlindungan vegetasi tumbuh, dan perkuatan lereng

9. Drainage cell

Material drainase ini digunakan untuk sistem drainase roof garden, roof top dan perkuatan dinding

Aplikasi Geosintetik untuk Solusi Permasalahan Tanah

Masalah tanah di Indonesia memang beragam, yang sering terjadi yaitu permasalahan tanah lunak, tanah gambut, tanah ekspansif. Saat pengerjaan infrastruktur jalan jika berhadapan dengan ketika masalah tersebut tentu perlu adanya pencarian solusi agar permasalahan tanah tersebut teratasi.

Solusinya tentu dengan penggunaan geosintetik untuk rekayasa jalan raya, macam atau jenisnya sudah dijelaskan diatas. Sehingga kita langsung saja dengan mengetahui beragam masalah tanah dan solusinya berikut ini.

1. Solusi Tanah Lunak (Soft Soil)

Tanah lunak adalah tanah yang mempunyai nilai kompresibilitas tinggi, umumnya terdiri dari lempung yang berumur Holosen (<10.000 tahun), secara alamiah terbentuk dari proses pengendapan di dataran alluvial pantai, sungai, danau dan rawa.

Cara Perbaikan Tanah Lunak

  • Mengaplikasikan Geotextile Non Woven berfungsi untuk lapisan separasi. Tujuannya agar tanah dasar tidak tercampur dengan lapisan pondasi.
  • Menggunakan Geotextile Woven untuk lapisan separasi dan stabilisasi yang berfungsi sebagai pemisah dan daya dukung perkuatan tanah.
  • Gunakan geogrid dan geotextile non woven yang berfungsi sebagai lapisan separasi dan sekaligus sebagai perkuatan yang lebih baik untuk mobilisasi interlocking material gravel.
  • Mengaplikasikan kombinasi geosintetik yang berupa geotextile non woven, geocell untuk memberikan kekangan terhadap material timbunan atau material pengisi.

2. Solusi Tanah Gambut (Peat Soil)

Tanah gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk; oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi.

Cara Perbaikan Tanah Gambut

Untuk perbaikan, stabilisasi dan perkuatan lahan gambut untuk jalan raya diperlukan kombinasi material geosintetik diantaranya geotextile woven, geotextile non woven, geogrid dan geocell.

3. Solusi Tanah Ekspansif (Swealling Soil)

Tanah ekspansif merupakan salah satu jenis tanah yang ada di bumi, berdasarkan perubahan strukturnya. Yang dimaksud tanah ekspansif adalah tanah yang dapat mengalami perubahan volume akibat perubahan kadar air di dalam tanah tersebut. Kemudian bagaimana cara yang dilakukan untuk perbaikan tanah ekspansif simak penjelasan berikut ini.

Cara Perbaikan Tanah Ekspansif

Untuk solusi penanganan tanah ekspansif perlu mengaplikasikan geosinteik diantaranya geomembrane atau kombinasi geosynthetic clay liner. Tujuannya berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan air disekitar tanah dasar.

Artikel Terkait

Hubungi kami
Halo saya Dhany,
Ada yang bisa kami bantu?