Fungsi Geotekstil Non Woven Pada Curing Beton

Bagikan Artikel Ini:

Curing beton adalah proses perawatan beton yang baru saja selesai dicor, hal ini wajib dilakukan untuk menjaga kelembaban beton dimana jika tidak dilakukan proses curing, maka beton akan cepat mengering akibat dari panasnya matahari dan hal ini akan mengakibatkan menurunnya kualitas beton.

Dalam proses pembuatan beton selain dilakukan pengecoran selanjutnya wajib dilakukan perawatan beton atau istilahnya curing beton, hal ini bertujuan untuk menjaga kelembaban dan temperatur agar proses hidrasi tidak terlalu cepat sehingga didapat kepadatan yang sempurna.

Dahulu proses curing beton ini dilakukan dengan menutupi beton yang telah selesai di cor menggunakan karung yang kemudian menyemprotkan lapisan khusus diatas beton dan dibasahi secara berkala agar kelembaban terjaga sehingga hasil pengencoran tidak terlalu cepat kering akibat paparan panas matahari.

Saat ini para kontraktor sudah tidak lagi menggunakan karung sebagai cover penutup beton, sebagai gantinya mereka menggunakan Geotextile sebagai cover penutup beton. Proses Curing sendiri biasanya dilakukan selama tujuh hari berturut turut.

Dalam proses curing ini digunakan material Geotextile, tepatnya Geotextile Non Woven yang diletakan di atas beton yang baru saja selesai dicor. Demi menghasilkan kualitas beton yang optimal, proses curing ini dilakukan selama 7 hari berturut-turut dihitung dari hari kedua setelah beton dicor. Sehingga diharapkan beton yang dihasilkan tidak mengalami penyusutan yang berlebihan dan keretakan akibat proses dehidrasi yang yang terlalu cepat.

Sebelum adanya material Geotextile, kontraktor biasanya melakukan proses curing ini menggunakan karung-karung goni bekas yang dibasahi untuk menutup beton-beton yang telah selesai dicor.

Saat ini setelah ditemukannya material Geotextile Non Woven, proses curing menjadi lebih mudah, efektif, dan efisien. Dimana permukaan beton ditutup dengan Geotextile Non Woven sehingga dapat mengurangi penguapan air dan dilakukan pembasahan secara berkala.

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menerbitkan modul mengenai Pengendalian Mutu pada Perkerasan Kaku dan Spesifikasi Umum 2018 tentang Beton dan Beton Kinerja Tinggi, dimana dalam kedua dokumen tersebut dijelaskan mengenai peran penting proses Curing Beton dalam mempertahankan mutu beton yang diinginkan.

Artikel Terkait

Hubungi kami
Halo saya Dhany,
Ada yang bisa kami bantu?