Jenis Geosintetik untuk bahan konstruksi Darurat Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sumatera yang berfungsi untuk mempercepat dan memperkuat struktur tanah yang tidak stabil.
Dalam penanganan darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera pada tahun 2025 / 2026, penggunaan material geosintetik menjadi solusi krusial karena kecepatan pemasangan dan kemampuannya memperkuat struktur tanah yang tidak stabil.
Macam – macam Geosintetik untuk Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera
Untuk mempercepat pemulihan infrastruktur seperti jalan, dan perlindungan dari banjir dan longsor susulan, diperlukan beberapa jenis Geosintetik yang dapat diaplikasikan pada konstruksi darurat penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera, antara lain:
1. Geobag (Karung Geotextile)
Geobag adalah kantung besar yang terbuat dari bahan geotextile non woven yang diisi pasir atau tanah setempat.
Fungsi Geobag dapat digunakan untuk membangun tanggul darurat untuk menahan luapan sungai, melindungi kaki lereng dari abrasi, dan memperbaiki sementara badan jalan yang putus.
Karung Geobag jauh lebih kuat dari karung pasir biasa (sandbag), tahan sinar UV, dan dapat dipasang cepat dengan alat berat (excavator).
2. Geotextile Non Woven dan Woven
Berbentuk seperti karpet kain tebal, material ini sering digunakan sebagai lapis dasar atau pemisah.
Fungsinya diaplikasikan sebagai filter bawah permukaan untuk mencegah butiran tanah terbawa aliran air (piping) namun tetap membiarkan air mengalir keluar (drainase).
Contoh pengaplikasiannya yaitu digunakan sebagai pelapis di belakang bronjong atau di bawah timbunan jalan darurat agar tanah dasar tidak bercampur dengan material timbunan.
3. Geogrid
Material berbentuk jaring dengan lubang (aperture) yang kaku dan memiliki kuat tarik tinggi.
Geogrid diaplikasikan untuk perkuatan (reinforcement) untuk menstabilkan lereng yang baru saja longsor.
Geogrid digunakan untuk membangun “dinding tanah yang diperkuat” (Reinforced Soil Wall) pada jalan-jalan nasional di Sumatra yang terputus akibat longsor, memungkinkan lereng dibuat lebih tegak tanpa risiko runtuh kembali dalam waktu singkat.
4. Geomembrane
Lapisan kedap air yang terbuat dari bahan sintetis HDPE, dapat diaplikasikan untuk
menahan aliran air secara total (barrier). Pada penanganan banjir dan longsor di Sumatera Geomembrane dapat digunakan untuk menutup celah-celah kritis pada tanggul yang bocor atau sebagai pelapis darurat pada lereng gundul agar air hujan tidak meresap ke dalam tanah (yang bisa memicu longsor susulan).
5. Geocell
Geocell memiliki struktur berbentuk sarang lebah yang dapat dikembangkan dan diisi dengan agregat atau tanah.
Fungsinya dapat menahan material pengisi di tempatnya pada lereng yang curam dan sangat efektif untuk memperbaiki akses jalan darurat di medan berat Sumatra agar kendaraan logistik bantuan bisa lewat tanpa terperosok ke dalam lumpur.



