Rekomendasi Ukuran Geomembrane untuk Kolam Air Limbah yaitu mulai dari geomembrane HDPE dengan ketebalan 1,0 mm hingga 1,5 mm untuk limbah standar, atau minimal 2,0 mm untuk limbah kimia berbahaya untuk menjamin ketahanan jangka panjang dan mencegah kebocoran.
Pemilihan ukuran geomembrane untuk kolam air limbah sangat bergantung pada jenis limbah, kondisi tanah, dan tingkat risiko pencemaran lingkungan. Secara umum, material yang paling direkomendasikan adalah HDPE karena ketahanannya terhadap zat kimia korosif.
Rekomendasi Ketebalan Geomembrane untuk Pelapis Kolam Air Limbah
Berikut adalah panduan rekomendasi ketebalan geomembrane berdasarkan jenis kolam limbahnya:
Jenis Kolam Limbah |
Rekomendasi Ketebalan Geomembrane |
Alasan & Karakteristik |
| Limbah Cair Ringan | 0,75 mm – 1,0 mm | Untuk limbah domestik atau kolam pengendapan awal dengan risiko korosi rendah. |
| Limbah Sawit (POME) | 1,0 mm – 1,5 mm | Memerlukan ketahanan terhadap suhu dan material organik yang pekat. |
| Limbah Kimia / Industri | 1,5 mm – 2,0 mm | Perlindungan ekstra terhadap zat kimia agresif dan mencegah kebocoran ke air tanah. |
| Limbah B3 / TPA | 2,0 mm – 2,5 mm | Standar tertinggi untuk material berbahaya (B3) atau landfill liner agar tahan tusukan benda tajam. |
| Kolam Biogas | 1,5 mm – 2,0 mm | Digunakan sebagai penutup (cover) untuk menahan tekanan gas yang dihasilkan. |
Jika Anda sedang merencanakan pemasangan geomembrane untuk pelapis kedap pada tambak udang Anda? Kami CV. Mutu Utama Geoteknik dapat membantu membuatkan estimasi kebutuhan material Geomembrane (luas geomembrane) jika Anda memiliki dimensi panjang, lebar, dan kedalaman kolamnya.
Kami CV. Mutu Utama Geoteknik merupakan perusahaan supplier Geomembrane dan juga melayani jasa pemasangan geomembrane untuk berbagai proyek pelapis kedap air dan gas di seluruh Indonesia.
Untuk kebutuhan pengadaan geomembrane, jasa pemasangan dan informasi lainnya silahkan hubungi Marketing Engineer kami melalui halaman kontak kami berikut.






