Aplikasi Geosintetik Pada Penanganan Pascabanjir Torue

Aplikasi Geosintetik untuk Penanganan Pascabanjir Torue

Bagikan Artikel Ini:

Penanganan banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah yang terjadi banjir  pada Jumat (29/7/2022) kini mulai ditangani oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III). Penanganan pasca banjir oleh BWSS III ini dilakukan dengan membangun tanggul struktur tiga lapis.

Material yang digunakan yaitu pasir, batu gajah dan aplikasi geosintetik. Pembangunan tanggul tersebut merupakan salah satu tanggap darurat dalam proses normalisasi sungai Torue pasca banjir. (Dikutip dari Antaranews)

Pembangunanan tanggul permanen yang memanfaatkan material pasir, batu gajah dan pengaplikasian geosintetik ini dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III) dan beberapa yang ditangani oleh BPBD setempat. Pembuatan tanggul secara permanen ini dimulai dari bagian pertengahan sungai hingga hilir.

Menteri PUPR Tinjau Penanganan Pascabanjir Torue Kabupaten Parigi Moutong
Menteri PUPR Tinjau Penanganan Pascabanjir Torue Kabupaten Parigi Moutong (Dikutid dari laman BWS Sulawesi III)

Berdasarkan informasi diatas, dapat kita pelajari bahwa pencegahan dan penanggulangan banjir akibat kerusakan tanggul Sungai Torue bisa dilakukan dengan pembuatan tanggul yang kokoh dan sifatnya permanen dengan pengaplikasian material geosintetik, pasir dan batu.

Penerapan Geosintetik Pada Pembangunan Tanggul

Geosintetik adalah material sintetis yang digunakan untuk berbagai rekayasa geoteknik dengan tujuan untuk perkuatan tanah lunak. Jenis-jenis geosintetik beragam mulai dari geotextile woven dan non woven, geomembrane, geogrid, geomat, geonet dan lain-lain.

Jika kembali ke informasi penanganan pasca banjir di Desa Torue diatas. Untuk pembuatan tanggul secara permanen dilakukan dengan memanfaatkan material pasir dan batu sekaligus menerapkan teknologi pembuatan tanggul menggunakan material geosintetik.

Namun tidak hanya material yang tersedia di alam, mengaplikasikan material geosintetik seperti geobag, geotextile non woven, geogrid, geocell dan geomat juga berguna sebagai daya dukung perkuatan tanggul yang dibangun atau diperbaiki.

Kerja bakti warga Desa Torue pascabanjir bandang dengan pemanfaatan aplikasi geosintetik menggunakan geobag sebagai tanggul
Kerja bakti warga Desa Torue pascabanjir bandang dengan pemanfaatan aplikasi geosintetik menggunakan geobag sebagai tanggul (dikutip dari enewsindonesia)

Material geosintetik berfungsi sebagai penyaring atau pemisah antara tanah dan air pada struktur tanggul sehingga tanah tidak akan tergerus dan terbawa arus sungai. Kemudian pemasangan geobag pada tanggul berfungsi untuk perkuatan dinding tanggul baru maupun bekas longsoran.

Kemudian pemanfaatan geogrid, geocell dan geomat pada tanggul berfungsi sebagai perkuatan, perlindungan sekaligus pengamanan vegetasi tumbuh saat tanggul baru dibangun. Sehingga vegetasi baru diatas tanggul akan bertahan hidup sekaligus sebagai perlindungan tanggul dari erosi atau gerusan air.

Demikian rangkuman informasi dari penanganan pasca banjir di Desa Torue, Sulawesi Tengah yang memanfaatkan material geosintetik, pasir dan batu guna membangun struktur tanggul tiga lapis.

Jika Anda saat ini sedang membutuhkan konsultasi aplikasi geosintetik untuk pembangunan dan perbaikan tanggul, lereng dan berbagai proyek lainnya, silahkan menghubungi kami CV. Mutu Utama Geoteknik supplier geosintetik yang melayani penjualan, pengiriman dan jasa pemasangan produk geosintetik yang menjangkau seluruh Indonesia.

konsultasi aplikasi geosintetik untuk tanggul lereng

 

Artikel Terkait

Hubungi kami
Halo saya Dhany,
Ada yang bisa kami bantu?