Cara Mengatasi Limbah Kelapa Sawit dengan Geomembrane

Cara Mengatasi Limbah Kelapa Sawit dengan Geomembrane - CV Mutu Utama Geoteknik

Bagikan Artikel Ini:

Cara mengatasi limbah kelapa sawit (kolam limbah pks) dengan Geomembrane menjadi solusi terbaru bagi perusahaan pabrik kelapa sawit di Indonesia. Karena penggunaan Geomembran (terpal geomembrane / karpet geomembran) kini menjadi solusi terbaru dalam pembuatan kolam limbah pabrik kelapa sawit sebagai lapisan kedap air.

Geomembrane untuk Pelapis Kolam Limbah Sawit

Pemanfaatan Geomembran untuk melapisi kolam limbah sawit (kolam limbah pks) ini merupakan teknologi terbaru agar limbah sawit yang ditampung pada kolam limbah tidak mencemari air tanah disekitar penampungan dengan mengaplikasikan lapisan kedap air dengan geomemnbrane.

Teknologi terbaru pada penjelasan diatas juga sering dikenal dengan Geosynthetic Clay Liners (GCL). Geosynthetic Clay Liners merupakan solusi pelapis kedap untuk berbagai jenis kolam limbah menggunakan material produk geosintetik.

Mengenal Produk Geomembrane

Geomembrane adalah material geosintetik yang juga sering disebut terpal geomembrane. Geomembran terbuat dari bahan High Density Polyetylene (HDPE) atau Low Density Polyethylene (LDPE) kelas tinggi. Keunggulan geomembran antara lain:

  • Tingkat Fleksibelitas Tinggi hingga 700%
  • Tahan terhadap radiasi Ultraviolet
  • Tahan terhadap segala jenis cairan dan gas
penggunaan geomembrane pada kolam limbah PKS di Medan
Penggunaan geomembrane pada kolam limbah PKS di Medan

Aplikasi geomembrane sebagai pelapis kolam limbah ini biasa dilakukan beberapa perusahaan pengelohan kelapa sawit dengan tujuan agar semua limbah cair yang ditampung pada kolam dapat dimanfaatkan menjadi energi terbarukan.

Fungsi Geomembrane untuk Kolam Limbah PKS

Cara mengatasi limbah kelapa sawit dengan pembuatan lapis kedap menggunakan geomembran memang menjadi solusi terbaru saat ini. Fungsi geomembrane, sebagai pelapis kolam yang memiliki tingkat impermeabilitas yang tinggi cocok untuk berbagai jenis kolam penampungan limbah cair dan gas termasuk limbah pengolahan kelapa sawit.

Keuntungan Aplikasi Geomembrane Bagi Pabrik Kelapa Sawit

Apa saja keuntungan bagi perusahaan dan pabrik kelapa sawit yang memanfaatkan geomembran untuk kolam limbah PKS ini, simak selengkapnya dibawah ini.

1. Memiliki kolam limbah cair (POME) yang aman dari pencemaran

Bagi perusahaan atau pabrik kelapa sawit yang sudah menggunakan geomembrane sebagai lapis kedap, kini tidak kawatir lagi dengan pencemaran air tanah di yang diakibatkan oleh limbah sawit pada penampungan. Karena geomembrane sangat efektif sebagai pelindung dan pelapis yang kuat agar limbah tidak merembes dan mencemari lingkungan air sekitar.

2. Limah POME dari produksi CPO dapat dimanfaatkan menjadi biogas dan listrik

Pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) atau Palm Oil Mill Effluent (POME) yang berada dalam kolam penampungan dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatis terbarukan. Limbah POME yang diolah bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik terbarukan untuk pabrik melalui proses anaerob digestion dengan teknologi covered lagoon atau Continuos Stirred Tank Reactor (CSTR).

cara mengatasi limbah kelapa sawit dengan geomembrane
Cara mengatasi limbah kelapa sawit dengan geomembrane

Konsultasi Pemasangan Geomembrane untuk Kolam Limbah Sawit

Bagi Anda yang sedang mencari cara mengatasi limbah kelapa sawit dengan aplikasi geomembrane. Kini kami CV. Mutu Utama Geoteknik supplier geomembrane HDPE dan LDPE terbaik di Indonesia melayani konsultasi dalam pemilihan geomembrane yang tepat sekaligus melayani jasa pemasangan geomembrane yang menjangkau seluruh Indonesia.

Hubungi kami CV. Mutu Utama Geoteknik untuk konsultasi dan kebutuhan teknis lainnya dengan tim profesional kami yang sudah berpengalaman. Dan lihat juga berbagai proyek pemasangan geomembrane kami di seluruh Indonesia.

konsultasi pemasangan geomembrane untuk kolam limbah PKS
konsultasi pemasangan geomembrane untuk kolam limbah PKS

 

Artikel Terkait

Hubungi kami
Halo saya Dhany,
Ada yang bisa kami bantu?