Stabilisasi Tanah: Pengertian dan Tujuannya untuk Pekerjaan Jalan

Stabilisasi Tanah Pengertian dan Tujuannya untuk Pekerjaan Jalan

Bagikan Artikel Ini:

Stabilisasi tanah atau perbaikan tanah merupakan cara yang dilakukan untuk memperbaiki sifat tanah dengan menambahkan material lain atau secara mekanis sehingga memenuhi persyaratan kekuatan dan durability tanah. Seperti contohnya pada pekerjaan perbaikan atau pembangunan jalan raya, jika ditemukan tanah dasar yang belum sesuai standar mutu, tentu harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu.

Apa itu Stabilisasi Tanah

Stabilisasi tanah adalah proses untuk memperbaiki tanah dasar dengan menambahkan material lain atau secara mekanis untuk memenuhi persyaratan kekuatan dan durability tanah untuk pekerjaan jalan, dikutip dari halaman Binamarga Kementrian PUPR.

Perbaikan tanah sangat penting dilakukan guna memenuhi syarat digunakan untuk pembangunan perkerasan jalan. Sehingga ketika jalan sudah digunakan tidak mudah rusak, dikutip dari UGM Press.

Tujuan Perbaikan Tanah

Perbaikan tanah bertujuan untuk memperbaiki tanah yang mempunyai daya dukung rendah untuk dapat digunakan sebagai dasar suatu konstruksi. Apabila daya dukung tanah sudah memenuhi persyaratan, barulah tanah dasar tersebut dapat digunakan untuk perkerasan jalan atau bangunan konstruski lainnya.

Lalu apa saja persyaratan atau kriteria tanah dasar yang sudah layak untuk digunakan pembangunan jalan raya? Simak penjelasannya pada gambar tabel di bawah ini.

Persyaratan-Stabilisasi-Tanah-Sesuai-Standar

Dari tabel diatas, dijelaskan kriteria kekuatan tanah yang telah distabilisasi, ditunjukkan oleh sifat kekuatan dan nilai durabilitas.

Macam Macam Stabilisasi Tanah

Seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini, ada beberapa cara yang dilakukan untuk perbaikan tanah. Berikut jenis-jenis perbaikan tanah dengan cara menambahkan lapisan geosintetik, mekanik dan kimia.

1. Perbaikan Tanah dengan Geosintetik

Semakin majunya teknologi konstruksi, kini rekayasa geoteknik atau perbaikan tanah dapat dengan mudah dilakukan salah satunya dengan metode perbaikan tanah menggunakan media geosintetik. Ada banyak jenis geosintetik yang dapat digunakan untuk stabilisasi tanah diantaranya yaitu:

  • Geomembrane, digunakan untuk stabilisasi tanah ekspansif atau lunak
  • Geotextile, digunakan untuk lapis separasi, filtrasi dan perkuatan
  • Geocell, digunakan untuk perkuatan jalan sehingga agregat atau timbunan terkunci
  • Geogrid, digunakan untuk lapis perkuatan yang memiliki kekuatan interlocking untuk mengikat agregat.

Selain itu ada beberapa macam geosintetik yang bisa dikombinasikan untuk lapis perkuatan dan sistem drainase dan filtrasi pada tanah yang digunakan jalan.

Sebagai informasi, kami CV. Mutu Utama Geoteknik merupakan supplier macam-macam produk geosintetik untuk perbaikan tanah terlengkap. Kami melayani konsultasi, penjualan, jasa pengiriman dan jasa pemasangan seluruh Indonesia.

Untuk informasi kebutuhan Geosintetik, silahkan hubungi tim Marketing Engineering kami melalui Whatsapp yang tertera di website kami ini atau silahkan kunjungi halaman kontak kami.

2. Perbaikan Tanah dengan Mekanik

Untuk memperbaiki tanah secara mekanik yaitu dengan cara memadatkan langsung permukaan tanah dengan alat-alat berat. Sehingga setelah proses pemadatan barulah dilanjutkan untuk lapis perkerasan baik perkerasan lunak atau kaku.

3. Perbaikan Tanah dengan Kimia

Dalam proses perbaikan tanah untuk pekerjaan jalan salah satunya dapat menggunakan bahan-bahan kimia. Seperti contohnya dengan menaburkan semen di tanah, mencampurkan kapur dengan tanah, mencampur abu dengan tanah dan menambahkan larutan kimia.

Demikian informasi yang kami rangkum untuk Anda, terima kasih.

Artikel Terkait

Hubungi kami
Halo saya Dhany,
Ada yang bisa kami bantu?